Studi Kasus: Penanganan Helminthiasis Pada Babi
Keywords:
Babi, Nematoda, Parasit, Antelmintik, Vitamin, AntibiotikAbstract
Penyakit akibat infestasi parasit adalah salah satu penyakit pada hewan
ternak yang paling merugikan. Pada kasus ini helmintiasis menyerang beberapa ekor
anak babi dan menyebabkan babi menjadi lemas dan mengalami anoreksia. Hasil
pemerikasaan laboratorium ditemukan beberapa telur cacing nematoda lebih dari satu
jenis. Pengobatan dilakukan dengan memberikan antelmintik, antibiotik dan vitamin.
Setelah dilakukan pengobatan atau terapi menggunakan Albendazole dan injeksi
sulfaproz selama kurang lebih 14 hari, feses hewan kasus diambil untuk dilakukan
pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan menunjukkan sudah tidak terdapat
infeksi telur cacing dan protozoa pada babi. Hewan kasus juga tidak mengalami diare,
nafsu makan meningkat dan hewan aktif bergerak.
References
Agustina KK, Sudewi NMAA,
Dharmayudha AAGO, Oka IBM.
2016. Identifikasi dan Prevalensi
Infeksi Protozoa Saluran Cerna Anak
Babi yang dijual di Pasar Tradisional
di Wilayah Provinsi Bali. Buletin
Veteriner Udayana, 8(1): 17-24.
Anderson RC. 2000. Nematode Parasites
of Vertebrates, their Development
and Transmission, 2 ed. CABI
Publishing, UK.
Arafi
M. 2014. Gambaran Klinis
Thelaziasis pada Sapi Bali. [Skripsi].
Fakultas
Kedokteran
Hewan,
Universitas Udayana, Denpasar.
Bijanty R, Yuliani MGA, Wahjuni RS,
Utomo RB. 2010. Buku Ajar:
Patologi Klinik Veteriner. Edisi
pertama.
Surabaya:
University Press.
Airlangga
Dewi, Kartikan dan Nugraha RTP. 2007.
Endoparasit Pada Feses Babi Kutil
(Sus verrucosus). Vol.16(1): 13-19.
Jakarta.
Fendriyanto A, Dwinata IM, Oka IBM,
Agustina KK. 2015. Identifikasi dan
Prevalensi Cacing Nematoda Saluran
Pencernaan pada Anak Babi di Bali.
Indonesia Medicus Veterinus, 4(5):
465-473.
Hoffbrand AV, Hamblin TJ. 2007. Is
“leukemia” an appropriate label for
all patients who meet the diagnostic
criteria
of
chronic lymphocytic
leukemia. Leukemia research, 31 (3):
273-275.
Levine ND. 1994. Parasitologi Veteriner.
Diterjemahkan oleh Ashadi G. Dari
Textbook of Veterinary Parasitology.
Gadjah Mada University Press:
Yogyakarta. Hal 190-223.
Nordenson NJ. 2006. Red Blood Cell
Indices. www.healthatoz.com.
Purnama KA, Kardena IM, Berata IK,
Winaya IBO, Adi AAAM. 2019.
Laporan
Kasus:
Patologi
Balantidiosis pada Babi. Indonesia
Medicus Veterinus, 8(1): 1-8.
Subronto. 2007. Ilmu Penyakit Ternak II
(Mammalia): Manajemen Kesehatan
Ternak,
Parasitisme
Gastrointestinal,
Metabolisme.
dan
Gadjah
Penyakit
Mada
University Press: Yogyakarta.
Subronto, Tjahajati I. 2007. Ilmu Penyakit
Ternak III (Mammalia)-Farmakologi
Veteriner:
Farmakodinami
Farmakokinesis,
dan
Farmakologi
Klinis. Gadjah Mada University
Press: Yogayakarta, Halm. 175-176.
Supriadi, Muslihin A, Roesmanto B. 2014.
Pre-eliminasi Parasit Gastrointestinal
pada Babi dari Desa Suranadi
Kecamatan Narmada Lombok Barat.
JSSN, 8(5): 66.
Thienpont, Rochette F, Vanparijs OFJ.
1995.
Diagnosting
Helminthes
Through Coprological Examination.
Belgium: Jannsen Pharmaeutica.
Winarso A. 2019. Teknik Diagnosis
Laboratorik Parasitologi Veteriner
Parasit Sistem Digesti. Veterinary
Indie Publisher: Kupang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 JURNAL ILMIAH VOKASI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



