POTENSI PENGEMBANGAN NIRA AREN DI KABUPATEN NAGEKEO UNTUK PEMBUATAN BIOETANOL
Kata Kunci:
Arenga pinnata, prospek, penghasil, bioetanolAbstrak
Salah satu tanaman perkebunan dari suku aracaceae (pinang-pinangan) adalah tanaman aren (Arenga pinnata
MERR) yang sangat bermanfaat dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bioenergi terbarukan
sebagai bahan bakar alternatif. Tanaman ini dapat sangat mudah beradaptasi baik pada berbagai keadaan baik di
daerah dataran rendah hingga pada dataran tinggi dengan ketinggian 1400 m di atas permukaan laut. Tanaman
aren dapat menghasilkan beberapa produk pangan sebagai hasil sadapan berupa nira aren untuk dijadikan
beberapa produk seperti gula merah, minuman khas daerah tertentu, cuka maupun alkohol. Alkohol hasil
penyulingan (destilasi) dari nira aren dapat dire-destilasi menjadi etanol dengan kadar alkohol berkisar 60 – 75
% yang dapat digunakan sebagai pelarut juga dapat dijadikan sebagai sumber bahan bakar alternatif (bioethanol).
Melihat prospek tanaman aren akan manfaatnya yang sangat baik ke depan maka pengembangannya perlu segera
ditindaklanjuti terutama produk nira aren yang dapat dijadikan bahan bakar bioenergi. Peluang dan potensi
tanaman aren di Nagekeo mempunyai prospek yang baik karena masing – masing kecamatan memiliki keadaan
iklim, ekosistem dan kesesuaian lahan yang sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman aren. Selain itu
sebagai wilayah kepulauan lahan kering, Kabupaten Nagekeo masih memiliki lahan marginal serta padang
ilalang serta hutan rakyat yang cukup luas dan masih bisa dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya tanaman
aren. Tanaman aren tidak hanya dimanfaatkan untuk komoditas pertanian tetapi juga berfungsi untuk kebutuhan
konservasi lahan, tanah dan air. Saat ini pertanaman aren di wilayah Nagekeo belum sepenuhnya menerapkan
inovasi teknologi yang ada, untuk itu masih harus terus dilakukan upaya untuk pengembangan budidaya tanaman
aren dengan diseminasi teknologi sehingga membawa dampak pada produktifitas dan pemasukan bagi petani
serta berkembangnya diversikasi hasil yang memberikan kesempatan usaha dan lapangan kerja baru bagi
masyarakat. Beberapa teknologi yang dapat dipakai sebagai upaya perbaikan adalah meliputi pemilihan pohon
induk tanaman, persemaian, pembibitan, budidaya, penyadapan, pengawetan, nira, pengolahan gula, gula semut,
gula kristal, pengolahan pati aren, dan pembuatan etanol. Berdasarkan permasalahan ini maka diperlukan
komitmen untuk membuat kebijakan bersama oleh Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah untuk bagaimana
potensi pengembangan tanaman aren ini bisa ditindaklanjuti kedepannya. Tulisan ini mengulas tentang
bagaimana mengembangkan tanaman aren yang memiliki prospek sangat bagus untuk dikembangkan terutama
potensi areal, peluang dan tantangan serta ketersediaan teknologi di kabupaten Nagekeo.
Referensi
Ameilia Zuliyanti Siregar. (2016). Inventarisasi serangga
penyerbuk, hama dan penyakit dominan pada aren.
Jurnal Pertanian Tropik, 3(2), 170–176.
Anindyawati, T. (2009). Prospek Enzim dan Limbah
Lignoselulosa Untuk Produksi Bioetanol. In Jurnal
Selulosa (Issue 44(1), p. 50).
Astuti, M., Hafizah, Yuningsih, E., Nasution M., I.,
Mustikawati, D., Wasingun, R., A. (2014). Pedoman
budidaya aren. Kementrian Pertanian.
Bahri, S., Aji, A., & Yani, F. (2019). Pembuatan Bioetanol dari
Kulit
Pisang Kepok dengan Cara Fermentasi
menggunakan Ragi Roti. Jurnal Teknologi Kimia
Unimal, 7(2), 85. https://doi.org/10.29103/jtku.v7i2.1252
Eny Ida riyanti. (2009). Biomassa Sebagai Bahan Baku
Bioetanol. Jurnal Litbang Pertanian, 28(April), 9.
Harahap, D. E. (2017). Kajian Produktivitas Tanaman Aren
Berdasarkan Sifat Morfologi Tanaman Pada Skuen
Tinggi Tempat Di Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal
Pertanian
Tropik,
4(2),
https://doi.org/10.32734/jpt.v4i2.3084
161–170.
Hebbar, K. B., Pandiselvam, R., Manikantan, M. R., Arivalagan,
M., Beegum, S., & Chowdappa, P. (2018). Palm Sap—
Quality
Profiles,
Fermentation
Chemistry,
and
Preservation Methods. Sugar Tech, 20(6), 621–634.
https://doi.org/10.1007/s12355-018-0597-z
Kurniawan, T., Jayanudin, J., Kustiningsih, I., & Adha Firdaus,
M. (2018). Palm Sap Sources, Characteristics, and
Utilization in Indonesia. Journal of Food and Nutrition
Research, 6(9), 590–596. https://doi.org/10.12691/jfnr-6
9-8
Lempang, M. (2012). Palm Sugar Trees and the Benefits of Its
Production. Info Teknis EBONI, 9(1), 37–54.
Lukas Sebayang. (2016). KERAGAAN EKSISTING TANAMAN
AREN (Arenga pinnata Merr) DI SUMATERA UTARA.
3(2), 1–23.
Mashud, N., Maliangkay, R. B., & Nur, D. A. N. M. (2013).
Pengaruh Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Vegetatif
Tanaman Aren Belum Menghasilkan The Effect of
Fertilization on Growth of Unbearing Sugar Palm. B.
Palma, 14, 13–19.
Ode, W., Musnina, S., & Widodo, A. (2021). Pemberdayaan
Masyarakat Petani Aren : Nira Aren Sebagai Bahan
Baku Etanol Untuk Pencegahan Covid-19. 2(1), 18–28.
Putri, L. A. P., Khairiyah, M., & Husni, Y. (2012). Kajian Awal :
Identifikasi Plasma Nutfah Aren. 3, 694–696.
R., B., & Maliangkay. (2007). Teknik budidaya dan rehabilitasi
tanaman aren. Buletin Palma, 33(33), 67–77.
Simanjuntak E; Chairul; dan Maria sembiring. (2015). JOM
FTEKNIK Volume 2 No.1 Februari 2015. JOM
FTEKNIK Volume 2 No.1 Februari 2015, 1–6.
Soleh D, D. P. (2010). Prospek Pengembangan Tanaman Aren (
Arenga pinnata Merr ) Mendukung Kebutuhan Bioetanol
di Indonesia. 9(1), 36–46.
Tenda, E. T., Maskromo, I., Penelitian, B., & Kelapa, T. (2008).
Karakteristik Empat Aksesi Baru Aren (Arenga pinnata
Merr) dari Kalimantan Selatan. Buletin Palma, 35, 67




